Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Plastik yang Aman untuk Makanan
30 Jan 2026
Plastik sudah menjadi bagian dari keseharian, terutama saat menyimpan, membungkus, atau membawa makanan. Dari botol minum, kotak bekal, hingga kemasan sekali pakai, semuanya tampak praktis dan mudah dijangkau.
Namun, pernah muncul pertanyaan kecil di benak: apakah semua plastik benar-benar aman bersentuhan dengan makanan?
Nah, di artikel ini Formindo akan membahasnya lebih lanjut, agar keputusan memilih kemasan tidak sekadar praktis, tetapi juga aman untuk jangka panjang. Yuk simak terus!
Cara Lihat Kode Plastik: Cek Logo Segitiga!
Sebelum berbicara soal aman atau tidak, langkah paling dasar adalah mengenali kode plastik yang sering terlewatkan. Kode inilah yang menjadi “identitas” setiap wadah plastik.
Simbol segitiga dengan panah melingkar dan angka 1 sampai 7 di tengahnya dikenal sebagai Resin Identification Code (RIC). Biasanya terletak di bagian bawah atau sisi kemasan. Dari simbol kecil ini, dapat diketahui jenis polimer yang digunakan dan bagaimana karakteristiknya saat bersentuhan dengan makanan, panas, atau penggunaan berulang.
Mengapa ini penting? Karena tidak semua plastik dirancang untuk kontak langsung dengan makanan, apalagi dalam kondisi panas. Maka, mengenali kode segitiga ini menjadi langkah awal yang sederhana, tetapi sangat menentukan.
Baca Juga: Kemasan Makanan Ramah Lingkungan: Panduan Lengkap untuk Pelaku Usaha
Angka "Aman" (The Safe Zone)
Setelah mengenali kode plastik, muncul pertanyaan berikutnya: kode mana yang relatif aman untuk makanan sehari-hari? Di sinilah “zona aman” mulai terlihat.
Angka 5 (PP – Polypropylene)
Plastik ini dikenal paling ramah untuk makanan. Tahan panas hingga sekitar 130°C, tidak mudah bereaksi secara kimia, dan sering digunakan untuk wadah bekal, tempat makan microwave, serta tutup botol minuman. Stabilitasnya membuat PP menjadi pilihan utama untuk penggunaan berulang.Angka 2 (HDPE – High Density Polyethylene)
Karakternya kuat, tidak mudah tembus cahaya, dan tahan terhadap bahan kimia. HDPE banyak ditemukan pada botol susu, galon, dan wadah makanan cair. Untuk pemakaian harian, plastik ini tergolong aman dan awet.Angka 4 (LDPE – Low Density Polyethylene)
Teksturnya lebih fleksibel dan ringan. Umumnya digunakan pada plastik wrap, kantong makanan beku, atau kemasan roti. Risiko migrasi kimia tergolong rendah selama tidak terpapar panas berlebih.
Plastik-plastik ini sering dipilih industri kemasan makanan karena stabil, praktis, dan relatif aman saat digunakan sesuai fungsinya.
Plastik Harus Diwaspadai Harian
Tidak semua plastik cocok untuk penggunaan berulang atau kontak dengan makanan panas. Beberapa justru perlu perhatian ekstra.
Angka 1 (PET)
Sangat umum digunakan untuk botol air minum dalam kemasan. Aman untuk sekali pakai, tetapi tidak disarankan digunakan ulang, terutama jika terkena panas. Paparan suhu tinggi berpotensi melepaskan antimon ke dalam minuman.Angka 6 (PS – Polystyrene/Styrofoam)
Sering ditemukan pada wadah makanan panas atau minuman instan. Masalahnya, styrofoam dapat melepaskan styrene, senyawa yang dikaitkan dengan risiko kesehatan jika terpapar terus-menerus.Angka 3 dan 7
Kode 3 (PVC) mengandung ftalat yang berpotensi mengganggu hormon, sedangkan kode 7 (Other) sering kali mengandung BPA. Keduanya sebaiknya dihindari untuk makanan dan minuman, terutama dalam kondisi panas atau berminyak.
Apakah berarti harus langsung panik? Tidak. Kuncinya ada pada pemahaman fungsi dan cara penggunaan yang tepat.
Tabel Ringkasan
Untuk memudahkan gambaran, berikut ringkasan sederhana yang sering dijadikan acuan dalam memilih wadah plastik di rumah:
Angka Kode | Aman atau Tidak? | Tips Penggunaan di Rumah |
|---|---|---|
5 (PP) | Sangat Aman | Microwave, bekal harian |
2 (HDPE) | Aman | Botol susu, wadah padat |
1 (PET) | Cukup Aman | Sekali pakai, segera buang |
6 (PS) | Bahaya | Hindari panas dan minyak |
Tabel ini tidak menggantikan penjelasan detail, tetapi cukup membantu sebagai panduan cepat saat memilih kemasan.
Baca Juga: Bikin Plastik Kemasan Desain Sendiri: Langkah, Inspirasi, hingga Solusi Custom
Tips Praktis Wadah Plastik Rumah
Setelah memahami kode, kebiasaan sehari-hari juga perlu disesuaikan agar risiko bisa ditekan seminimal mungkin.
Periksa label “Microwave Safe”
Label ini menandakan wadah telah diuji untuk suhu tinggi. Tanpa label tersebut, sebaiknya hindari pemanasan langsung.Buang wadah yang tergores atau retak
Permukaan yang rusak dapat meningkatkan migrasi zat kimia hingga berkali-kali lipat.Hindari paparan panas berlebihan
Suhu di atas 70°C dan sinar matahari langsung dalam waktu lama dapat mempercepat degradasi plastik.
Langkah-langkah ini terlihat sederhana, tetapi efeknya besar untuk keamanan makanan jangka panjang.
Kesimpulan
Jadi, memilih plastik yang aman untuk makanan bukan sekadar soal angka di balik wadah, melainkan tentang memahami karakter bahan dan cara penggunaannya. Kode segitiga menjadi petunjuk awal, sementara kebiasaan harian menentukan seberapa aman plastik tersebut digunakan.
Nah, untuk kebutuhan kemasan plastik yang dirancang aman bagi makanan dan sesuai standar penggunaan, Formindo siap menjadi mitra dalam menghadirkan solusi kemasan yang mendukung keamanan, kualitas, dan kenyamanan dalam setiap proses penyimpanan makanan.





