Jangan Asal Pakai! Ini Syarat Kemasan Makanan yang Baik & Aman
13 Feb 2026
Memilih kemasan makanan sering kali dianggap urusan desain dan estetika. Padahal, di balik tampilan yang menarik, ada tanggung jawab besar, yaitu menjaga keamanan produk hingga ke tangan konsumen. Salah pilih material, dampaknya bisa serius, mulai dari penurunan kualitas rasa hingga risiko kesehatan.
Dalam praktik industri, kemasan bukan sekadar pembungkus. Ia adalah “penjaga pertama” sebelum produk dikonsumsi. Apalagi di era distribusi online dan pengiriman jarak jauh, ketahanan dan keamanan kemasan menjadi faktor penentu reputasi brand.
Nah, di artikel ini, Formindo akan membahas secara menyeluruh apa saja syarat kemasan makanan yang baik dan aman. Yuk, simak terus!
Mengapa Keamanan Kemasan Begitu Penting?
Sebelum masuk ke syarat teknis, ada baiknya memahami dulu kenapa keamanan kemasan menjadi prioritas utama dalam industri pangan.
Dalam pengalaman mendampingi berbagai pelaku usaha, persoalan kemasan sering muncul justru saat produk sudah beredar luas. Bocor, berbau, atau bahkan komplain konsumen terkait keamanan. Padahal, semuanya bisa dicegah sejak awal dengan pemilihan material yang tepat.
Berikut tiga alasan utama mengapa keamanan kemasan tidak boleh diabaikan:
Mencegah Migrasi Kimia
Zat tertentu pada plastik, seperti BPA (Bisphenol A), dapat bermigrasi ke makanan terutama pada suhu tinggi. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan gangguan hormon. Karena itu, material harus lolos uji migrasi sesuai standar keamanan pangan.Menjaga Kualitas
Kemasan dengan barrier oksigen dan kelembapan yang baik mampu memperpanjang shelf life hingga dua kali lipat. Oksigen mempercepat oksidasi lemak, sementara kelembapan memicu jamur pada produk kering.Kepatuhan Regulasi
Regulasi dari BPOM mengatur standar keamanan kemasan pangan. Pelanggaran dapat berujung pada sanksi administratif, denda besar, hingga pencabutan izin edar.
Baca Juga: Butuh Inspirasi? Ini Contoh Kemasan Produk Makanan yang Menarik
5 Syarat Utama Kemasan Makanan yang Baik & Aman
Bagian ini adalah fondasi utama yang wajib dipahami sebelum menentukan jenis kemasan untuk produk pangan.
Banyak yang bertanya, apa cukup memilih plastik tebal? Jawabannya belum tentu. Ketebalan hanyalah satu faktor. Ada standar teknis lain yang jauh lebih penting.
Berikut lima syarat utama yang perlu dipenuhi:
Tidak Mengandung Bahan Toksik
Kemasan harus bebas dari heavy metal dan plasticizer berbahaya. Uji migrasi sesuai standar internasional seperti USP atau regulasi BPOM menjadi indikator penting.Barrier Protection Kuat
Material seperti PET atau laminasi foil mampu menghambat masuknya oksigen dan sinar UV hingga ±95%. Ini krusial untuk produk berminyak, kopi, snack, atau makanan instan.Bersertifikat Food Grade
Ditandai dengan logo gelas & garpu sebagai simbol aman kontak langsung dengan makanan. Sertifikasi produksi juga harus sesuai standar CPOTB (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik) atau regulasi pangan sejenis untuk memastikan keamanan prosesnya.Tidak Mengubah Sifat Produk
Kemasan tidak boleh memindahkan bau, warna, atau rasa ke makanan. Jika kemasan beraroma plastik, itu tanda kualitas material perlu dievaluasi.Tahan Kondisi Penggunaan
Idealnya tahan suhu -20°C hingga +120°C tergantung kebutuhan produk. Produk beku, makanan microwave, hingga hot filling membutuhkan spesifikasi berbeda.
Mengenal Simbol Keamanan Kemasan
Sering melihat simbol kecil di bagian bawah kemasan? Simbol itu bukan sekadar hiasan.
Memahami simbol keamanan membantu memastikan material yang digunakan memang sesuai standar.
Logo Gelas & Garpu
Menandakan kemasan aman untuk kontak langsung dengan makanan sesuai standar Eropa dan juga diadopsi dalam regulasi Indonesia.Kode Plastik
Setiap angka menunjukkan jenis plastik.#1 (PET): Umum untuk botol minuman.
#2 (HDPE): Lebih tebal dan tahan bahan kimia.
#4 (LDPE): Fleksibel, sering untuk kantong plastik.
#5 (PP): Tahan panas, relatif aman untuk microwave dan penggunaan ulang ringan.
PP (#5) sering menjadi pilihan terbaik untuk kemasan makanan panas karena stabil pada suhu tinggi.
Formindo menyediakan kemasan berbahan PET dan PP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk, kemasan dirancang aman dan fungsional untuk makanan.
Baca Juga: Kemasan Tidak Cocok Di Produk? Vacuum Forming Plastik Custom Solusinya
Jenis Kemasan Aman Sesuai Karakteristik Produk
Tidak semua produk cocok dengan satu jenis kemasan. Karakteristik isi menentukan spesifikasi material.
Pendekatannya sederhana: pahami sifat produk terlebih dahulu, lalu tentukan kemasan yang mendukung stabilitasnya.
Berikut panduan ringkasnya:
Makanan Berkuah/Panas
Gunakan PET tebal minimal 0,5 mm dengan tutup PP anti bocor dan microwave safe. Kombinasi ini menjaga bentuk dan mencegah deformasi saat terkena panas.Makanan Kering & Berminyak
PE dengan lapisan foil metallized efektif menahan minyak dan oksigen. Shelf life bisa mencapai 12 bulan tergantung formulasi produk.Produk Bakery & Fast Food
Kraft paper greaseproof dengan window breathable cocok untuk roti dan gorengan. Material ini menyerap minyak ringan tanpa membuat produk lembap.
Kesimpulan
Jadi, kemasan makanan yang baik dan aman bukan hanya soal tampilan, tetapi soal perlindungan menyeluruh, dari aspek kesehatan, kualitas produk, hingga kepatuhan regulasi. Mulai dari memastikan bebas bahan toksik, memiliki barrier kuat, bersertifikat food grade, tidak mengubah sifat makanan, hingga tahan terhadap kondisi penggunaan.
Memahami simbol keamanan dan menyesuaikan jenis kemasan dengan karakteristik produk akan membantu bisnis berjalan lebih tenang dan profesional. Di industri pangan, kepercayaan konsumen adalah aset jangka panjang.
Nah, bagi yang membutuhkan kemasan custom yang aman dan sesuai standar untuk produk makanan, Formindo siap membantu menghadirkan solusi kemasan yang fungsional sekaligus terpercaya.




